7 Ha Lahan Hutan Kemasyarakatan dijadikan Model Agroforestry

Akarnews. Sebanyak 721 Petani pemegang Izin Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan dari 5 desa (Desa Air Lanang, Tebat Pulau, Tanjung Dalam, Tebat Tenong Dalam dan Baru Manis) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu bersepakat untuk membangun model pengelolaan Agroforestry. System Agroforestry adalah salah satu pengelolaan lahan yang mungkin dapat diusahakan sebagai usaha pertanian dimana jenis pepohonan tertentu di tanam secara tumpeng sari dengan satu atau lebih tanaman semusim.

Pertemuan yang dilaksanakan di Desa Tebat Pulau, (Rabu, 17 Oktober 2018) yang dihadiri oleh 45 orang perwakilan pengurus 18 Kelompok Tani Hutan menyepakati 7 Ha lahan yang akan dijadikan sebagai model Agroforestry. Seluas 1 Ha di Desa Baru Manis dengan kondisi lahan belukar, 1 Ha di Desa Tebat Tenong Dalam dengan kondisi lahan produktif, 1 Ha di Desa Tebat Pulau dengan kondisi lahan belukar, 2 Ha di Desa Air Lanang dengan kondisi lahan belukar dan 2 Ha di Desa Tanjung Dalam dengan kondisi Belukar.

“Komoditi untuk tegakan adalah tanaman untuk konservasi dan tegakan yang bernilai ekonomis” Kata Erwin Basrin. Tanaman tegakan untuk konservasi di utamakan jenis endemic seperti Pohon Kepahiang, Resam dan Selukut selain Pala, Durian, Petai, Jengkol dan tanaman utama berupa kopi. Pengembangan tanaman dilahan yang akan dijadikan sebagai model Agroforestry akan melibatkan Fakultas Kahutanan Universitas Bengkulu.

“Komoditi untuk tegakan adalah tanaman untuk konservasi dan tegakan yang bernilai ekonomis,Pengembangan tanaman dilahan yang akan dijadikan sebagai model Agroforestry nantinya juga akan melibatkan Fakultas Kahutanan dari Universitas Bengkulu”. Kata Erwin Basrin.

Menurut Direktur Eksekutif Akar Foundation ini. Tujuan dari pembuatan model atau demplot Agroforestry adalah sebagai media belajar petani Hutan Kemasyarakat dalam mengelolah lahan hutan untuk menyeimbangkan fungsi ekologi sekaligus manfaat ekonomi bagi petani. Dan sebagai sekolah lapang atau laboratorium belajar bagi Akademisi dan Mahasiswa untuk megembangkan dan praktek teori-teori kehutanan sekalgus pengabdian masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *