Pinjaman Refinancing antara BLU – Pusat P2H dengan KUPS Krambil Mandiri di KPH Lakitan BC di Kuncurkan Sebesar 1,3 M

Lubuklinggau, 5 Maret 2019 dilakukan penandatangan perjanjian pinjaman Refinancing antara BLU – Pusat P2H dengan KUPS Krambil Mandiri di KPH Lakitan BC sebesar 1,3 M. penandatanganan perjanjian ini dihadiri Kepala Pusat BLU P2H di wakili oleh Drs. Panahatan Sihombing,M.Si, Kepala KPH Lakitan BC Bapak Edi Cahyono, M.Si, Kepala Kacab BRI Lubuklinggau di wakili oleh Novia Darma, Notaris Rita, Kades Lubuk Rumbai, Ketua LPHD dan anggota KUPS yang menerima pinjaman.

Pinjaman refinancing ini dalam rangka mendukung pengelolaan Hutan Desa (HD) dalam kawasan KPH Wilayah XIII Lakitan – Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas. “Masyarakat sudah Hak pengelolaan Hutan Desa sesuai Keputusan Gubernur Sumatera Selatan No : 854 / KPTS/ DISHUT/2015 pada tahun 2015 kepada LPHD (Lembaga pengelola hutan desa) Lubuk Rumbai seluas 198 Ha.” Kata Edi Cahyono, M.Si.

Di dalam kawasan Hutan Desa, Tanaman Karet merupakan salah satu utama yang di budidaya oleh masyarakat. Dari hitungan yang di lakukan oleh Akar Foundation bersama pengurus LPHD (Lembaga pengelola hutan desa) Lubuk Rumbai, perkiraan pendapatan Pada areal Izin Hutan Desa (HD) Diperkirakan paling sedikit 130 hektare areal Hutan Desa ditanami karet dan produktif, dengan tingkat panen karet berkisar 200 – 300 Kg / Ha dalam satu bulan.

Pinjaman Dana Bergulir Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Kementrian LHK RI untuk Refinancing tanaman  Karet (Penggantian Biaya Tanam) di lahan garapan Anggota Pemohon yang terletak di LPHD Lubuk Rumbai Wilayah XIII KPH Lakitan-Bukit Cogong Provinsi Sumatera Selatan.

“Bisa di pastikan akan bermanfaat bagi masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan mereka,” Kata Warman.

“Bila dihitung, produksi karet yang dicapai berkisar 3.600 kg atau 3.6 ton per hektare dalam satu Tahun. Artinya petani penggarap di LPHD Lubuk Rumbai dengan Luasan ± 140 hektare lahan produktif maka akumulasi jumlah panen petani berkisar 504.000 Kg atau 504 Ton dalam satu tahun.” Jelas Warman Kudus.

Dilanjutkan oleh Koordinator Program Ruang Kelola Rakyat dan Pengembangan Komunitas Akar Foundation. Atas dasar itulah beberapa petani penggarap mengajukan Bantuan untuk pinjaman Refinancing akan mengelola secara maksimal sehingga hasil panen karet (Getah Karet) akan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk tahap pertama ini Cuma 35 orang yang mengajukan pinjaman Refinancing Karet (Penggantian Biaya Tanam) di lahan garapan Anggota Pemohon yang terletak di Hutan Desa (HD) Wilayah XIII KPH Lakitan – Bukit Cogong” Lanjutnya.

Menurut Warman, 35 orang Anggota KUPS Krambil Mandiri yang mendapatkan pinjaman sebesar 3,1 Miliar ini adalah petani karet, dengan kondisi lahan yang cukup bagus sangat dimungkinkan untuk Proses Perawatan Tanaman dengan menggunakan dana penggantian biaya tanam  untuk meningkatkan hasil dan kesejahteraan masyarakat.

“LPHD Lubuk Rumbai  ini membuat Rencana pengelolaan Hutan Desa (RPHD) serta KUPS Krambil Mandiri juga telah membuat perencanaan tentang kebutuhan perawatan, pemeliharaan batang karet dan usaha produktif masyarakat” Lanjut Warman.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *