PUBLICATION

Pengakuan Hutan Adat sebagai Upaya Pembenahan Struktur Kebijakan dan Tata-Kelola Wilayah yang Saat Ini Terbukti Sangat Lemah

Menuju Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Rejang di Kabupaten Lebong, Bengkulu

Inisiasi Pengelolaan Kawasan Konservasi melalui Mekanisme Whakatane di Kabupaten Lebong Bengkulu

Petani Hutan Kemasyarakatan di Rejang Lebong akan mendapatkan pinjaman dana bergulir dari Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan

Pencemaran Pangan; Wajah Kelaparan Perempuan Pedesaan

Merawikan Kisah Pertambangan di Renah Sekalawi; Anotasi Pelintas pada Diskusi Proyeksi Pertambangan di Kabupaten Lebong

Kembara Surga Aroma Kopi Alami Rejang

Mendedah Kelaparan Tersembunyi (Hidden Hunger) pada Masyarakat Sekitar Hutan dibalik Ketimpangan Penguasaan dan Pengelolaan Sumber Daya Hutan

Hutan Kemasyarakatan Sebagai Basis Pembangunan Berkelanjutan

Mempertegas Rasa Kopi Hutan dari Lahan Kelola Rakyat

Pencegahan dan Pemulihan bagi Perempuan terhadap Ancaman Kekerasan Seksual dalam Hukum Adat Rejang

Pengembangan Ekonomi Berbasis Masyarakat Pengelola Perhutanan Sosial

Meniti Perubahan Di Zaman yang Berubah; Berjenjang naik dengan Perda No 4 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Rejang

Belajar Mengelola Konflik Pengelolaan Kawasan Konservasi Menjadi Kemitraan di Taman Wisata Alam Bukit Kaba, Sengkuang Kabupaten Kepahiang

Mendorong Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Konservasi; Bengkulu, Riau dan Jambi

Krisis Keamanan Subsistensi Masyarakat Desa Lunjuk, Seluma Barat, Bengkulu

Siaran Pers: Menyoal Pengembangan Pengelolaan Hutan – Nonton dan Diskusi Film Menyetarakan Peluang Pemanfaatan Hutan

Alinudin, Berjuang dan Penjaga Hutan Adat Demong Samin dan Pengakuanpun hampir di Genggaman

Pak Oyib, Menghabiskan Sisa Usianya di Tanah yang di Sengketakan

Asa di Tanah Sengketa; Hutan Lindung Bukit Daun Setelah Dua Tahun di Kelola oleh Masyarakat

Sengkuang, Terjebak pada Narasi Tanah Pemberian yang di Rampas

Supriyanti, Perempuan Tangguh dari Sengkuang; Pejuang ‘Tanah Ibu’

Kronologis Konflik Tanah; Masyarakat Transmigrasi Sengkuang, Kabawetan dengan Taman Wisata Alam Bukit Kaba Kepahiang

Jelajah Rasa Kopi “Akar” menuju Kelestarian Ekologis dan Kelestarian Budaya

Pengesahan Peraturan Daerah Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Rejang di Kabupaten Lebong; Jalan Awal Menuju Pengembalian Hak Masyarakat Hukum Adat Rejang

Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Rejang di Kabupaten Lebong di Sahkan

Pengantar Politik Agraria: Memahami Peta Jalan Menuju Keadilan Agraria

Buletin Edisi; Petani Hutan Kemasyarakat (HKm) Perjuangan Pasca Pengakuan

Policy Brief; Konflik Lahan Perkebunan Masyarakat di dalam Kasawan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba Kabupaten Kepahiang

Rumah Literasi dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mata Hati Meniti Perubahan di Zaman yang Berubah

Revitalisasi Peran dan Posisi Strategis bagi Pengakuan Wilayah Adat di Desa Plabai, Kota Baru Santan, Embong Uram, Embong I dan Kota Baru Kabupaten Lebong

Briefing Paper; Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kawasan Hutan Adat

Laporan Aktivitas Bisnis Bubuk Kopi Berkelanjutan untuk Lima Desa Penggarap Hutan Kemasyarakatan di Rejang Lebong

Hukum Adat Rejang; Catatan Riset Aksi Meniti Jalan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Rejang

Kopi dari Hutan Kemasyarakatan bermerek Akar di Launching

Rumusan Hasil Konsultasi Publik Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Rejang di Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu

Catatan Kritis pada Inisiasi Hutan Adat di 5 Desa di Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu

Ketika Petani Hutan Kemasyarakatan Siap Menjadi Pengelola Bisnis Kopi Bubuk Kemasan

Mengapresiasi Kemauan Politik DPRD Lebong Menyelesaikan Konflik MHA Rejang dan TNKS

Pengembangan Usaha Lima Gapoktan Hutan Kemasyarakatan di Rejang Lebong mendapat dukungan Para Pihak

Diskusi Teknis Menuju Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Rejang Di Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu

Resolusi Jalan Tengah; Study Kasus Pengelolaan Hutan oleh Masyarakat Adat Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong

Analisis Bahan Baku Utama; Potensi Kopi di Wilayah Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kabupaten Rejang Lebong

Studi Pola Penguasaan Lahan/Pemanfaatan Sumber Daya Alam Masyarakat di Dalam dan Sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat, Provinsi Bengkulu

Menuju Pengakuan Wilayah dan Hutan Adat; Berkelit dengan Peluang Kebijakan Berlaku

Potensi dan Konstribusi Sektor Kehutanan di Provinsi Bengkulu untuk Ekonomi dan Ekologi

Rencana Umum dan Rencana Operasional Hutan Kemasyarakatan Jalan Menuju Keberlanjutan Ekologi dan Kesejahteraan Masyarakat

Policy Brief; Pembangunan Ekonomi Hijau di Bengkulu

Di Bengkulu, Pemberdayaan Desa dan Masyarakat untuk Kelola Hutan Lindung Masih Rendah

Berjuang selama 4 tahun 5.425 Ha Ruang Kelola Rakyat dalam kawasan Hutan Lindung berhasil di Reposisi

Penyerahan Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) untuk 8 Gapoktan di Kabupaten Lebong

Rumusan Hasil Seminar dan Konsultasi “Pengakuan Masyarakat Hukum Adat dalam Sistem Ketatanegaraan di Indonesia”

Mengenal Pola Penguasaan dan Pengelolaan Hutan MHA Rejang

Pernyataan Bersama Tentang Kebakaran Hutan

Perhutanan Sosial Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan dan Selesaikan Konflik

Akar Foundation dan YKS Gelar Workshop Konsultasi Publik 3 Propinsi

Upaya Memperoleh Pengakuan Hak Masyarakat Hukum Adat Rejang di Kawasan TNKS

Kembalikan Hak Warga, Akar Perjuangkan Hutan Adat di TNKS

Uji Publik Naskah Perda Hukum Adat

Menuju Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Rejang di Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu

Pengakuan Masyarakat Hukum Adat ; Hukum yang Memulai, Hukum juga yang harus Mengakhiri

Berkelit dengan Solusi Alternatif dalam Pengelolaan Hutan oleh Masyarakat Adat Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong

Konsolidasi Inisiatif Menuju Pembangunan Ekonomi Hijau di Propinsi Bengkulu

Rencana Umum dan Rencana Operasional Hutan Kemasyarakatan dalam Memastikan Keberlanjutan Ekologi dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Kertas Posisi Opsi Pendanaan lain dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial di Bengkulu

Sekolah Pendamping Hukum Rakyat Bengkulu (SPHR-Bengkulu)

Penyimpangan dan Pelangaran Hak Azas Masyarakat lokal/adat di Bengkulu

Bengkulu dan Sejarah Pembangunan Pertambangan

Mengenal Hutan Kemasyarakatan (HKm)

Menuju Pengakuan Wilayah dan Hutan Adat; Berkelit dengan Peluang Kebijakan Berlaku

Penyusunan Rencana Umum dan Rencana Operasional Gabungan Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan di Kabupaten Rejang Lebong

Berkelit dengan Solusi Alternatif dalam Pengelolaan Hutan oleh Masyarakat Adat Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong

Sentralisme Hukum Bawa Malapetaka Bagi Masyarakat

Menyadarkan Negara Bahwa Hukum Tidak Hanya Satu

Pluralisme Hukum; Bukan Gagasan Baru

Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama antara Pemerintahan Propinsi Bengkulu dengan Akar dan HuMA

Membaca Logika Desentralisasi, Resolusi Konflik dan Pemberdayaan melalui UU Desa

Gubernur: UU Desa, Instrumen Negara Memutarbalikan Konsep Kesejahteraan

Perkembangan Program Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Bengkulu

Belajar dari Pengelolaan Hutan melalui Skema Hutan Kemasyarakatan (HKm)

Hukum Menjadi Instrumen “Penggusur” Rakyat

Sebagai Corong, Aparatur Hukum Biarkan Ketidakadilan

Mencari Rasa Keadilan, Pluralisme atau Sentralisme Hukumkah?

Lucu, UU Desa Dipahami Hanya Bagi Duit Rp 1 Miliar

Ketika Petani Lebong Belajar Membuat Undang-Undang

Masyarakat Adat Rejang Buat Media, Mungkinkah?

Masyarakat Adat Rejang Buat Media, Mungkinkah?